/Surat “Cinta” untuk Gubernur

Surat “Cinta” untuk Gubernur

Assalamualaikum Pak Gubernur Maluku Utara….

Apa kabar? Semoga bapak sehat dan selalu diberi kekuatan untuk bisa menyelesaikan pekerjaan rumah, mengurus hidup 1,3 juta rakyat Maluku Utara. Saya berdoa semoga Pak Gubernur dikaruniai  kegembiraan,  seperti kegembirannya para pegawai negeri sipil saat mendengar kabar menerima tunjangan tiga belas dan empat belas secara bersamaan.

Pada kesempatan ini, saya sengaja menulis surat ‘cinta’ untuk Pak Gubernur, yang saya tahu lagi sibuk-sibuknya mengevaluasi kinerja anak buah, lantaran ada yang telah menjadi tersangka kasus korupsi. Jika tidak salah kutip, sudah tiga anak buah bapak yang sudah tersandung kasus korupsi ya? Tapi sudahlah Pak Gubernur, saya tidak akan menyinggung hal itu lebih jauh dalam surat cinta ini.

Pak Gubernur!

Sebelum panjang lebar, mungkin alangkah baiknya, saya memperkenalkan terlebih dahulu diri saya pada Pak Gubernur. Ini harus dilakukan agar apa yang ditulis, nantinya tidak dianggap sebagai fitnah seperti Pak Gubernur katakan pada media di Maluku Utara. Dan saya yakin Pak Gubernur belum tentu mengenal saya secara baik-maklum saya seorang warga Tidore yang kurang populer di media layaknya artis ibu kota Zaskia Gotik yang beberapa waktu lalu ramai dipublikasikan media gara-gara dianggap menghina lambang negara burung garuda atau para bintang film Ada Apa Dengan Cinta II.

Nama saya  Budhy Nurgianto Taran,  Pak Gubernur. Saya warga Kelurahan Tuguiha, Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan yang saat ini lebih banyak beraktifitas di Ternate. Dalam keseharian, saya bekerja sebagai penulis lepas. Dan semoga perkenalan pendek ini berkesan untuk Pak Gubernur.

Pak Gubernur yang baik hati!

Awal bulan Desember tahun lalu, saya menyempatkan diri mengunjungi pasar rakyat di pusat Kota Ternate untuk kepentingan kebutuhan dapur. Sambil membeli keperluan dapur seperti tomat, rica dan bawang merah, saya mencoba menyempatkan diri ngobrol ‘kelao kedara’ dengan sejumlah pedagang kaki lima. Obrolannya pun beragam, mulai dari tema hukum, politik, sosial, keamanan, hingga ekonomi Maluku Utara.

Menariknya Pak Gubernur, dari obroloan tersebut, ada hal yang membuat saya kagum terhadap para pedagang terutama tentang pandangan dan pengakuan mereka, pedagang Barito (bawang, rica, dan tomat)  soal kondisi ekonomi Maluku Utara saat ini. Mereka ternyata tidak bodoh-bodoh amat. Banyak dari mereka yang ternyata mengerti istilah-istilah ekonomi seperti debet, kredit, laba, pendapatan dan pengeluaran serta inflasi.

Mereka bahkan berani berpandangan ekonomi Maluku Utara setahun terakhir ini dianggap tidaklah sebaik dan sebagus data statistik yang disajikan Badan Pusat Statistik. Para pedagang kurang percaya terhadap kinerja ekonomi Maluku Utara yang konon katanya merupakan yang terbaik dengan rata-rata laju pertumbuhan sebesar 6,34 persen dari rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional (PDB) sebesar 5,90 persen. Data itu bagi pedagang dinilai hanya ‘omong-kosong’.  Bagi mereka, selama harga kebutuhuan pokok seperti beras, susu, minyak goreng, mentega, dan daging ayam masih tinggi dan jauh dari kemampuan daya beli masyarakat, ekonomi Maluku Utara sesungguhnya masih tetap dianggap kurang baik.

Jika kita mengunakan pendekatan teori ekonomi pembangunan Pak Gubernur, maka pendapat mereka ada benarnya.  Ekonomi Maluku Utara saat ini memang cenderung terlihat banyak berorientasi pada pertumbuhan semata, tanpa bisa memecahkan masalah yang lebih mendasar. Padahal prinsib dasar dari  pembangunan ekonomi daerah adalah untuk mendorong kenaikan pendapatan riil perkapita penduduknya, yang menurut banyak pakar ekonomi menitik-beratkan pada tiga nilai pokok seperti kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, meningkatnya rasa harga diri masyarakat sebagai manusia dan meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memilih.

Jujur saja Pak Gubernur, sebenarnya saya tidak begitu tahu, bagaimana rasionalitas hitungan ekonomi para pedagang kaki lima itu, sehingga bisa berpendapat demikian. Namun apa yang disampaikan itu, tentunya  mengukuhkan keyakinan, jika kondisi ekonomi Maluku Utara selama kepemimpinan bapak memang tidak sebaik dan seindah saat bapak masih menjabat sebagai Wakil Gubernur.

Pak Gubernur yang terhormat!

Tak hanya kondisi ekonomi daerah yang memunculkan suara publik. Banyak pula suara masyarakat yang ternyata mengeluhkan–meski tidak disampaikan secara langsung– tentang cara bapak mengelolah pemerintahan. Tak sedikit pula yang menganggap Pak Gubernur tidak mampu mengelola pemerintah secara baik dan profesional. Apalagi saat Pak Gubernur menempatkan sanak family dan orang terdekat dalam susunan kabinet yang berhubungan dengan kepentingan publik. Langkah itu dinilai kurang “cerdas” dan lebih cenderung “gegabah”.

Kebijakan terkait penempatan sanak family dan tokoh birokrasi yang pernah berstatus tersangka kasus korupsi untuk mengisi  jabatan-jabatan penting yang berhubungan dengan kepentingan publik menimbulkan kesan Pak Gubernur cenderung lebih senang mementingkan kepentingan kelompok ketimbang kepentingan rakyat.

Jujur saja Pak Gubernur, secara pribadi saya sebenarnya tak begitu paham dan mungkin gagal paham memahami alasan Pak Gubernur menunjuk seorang bekas tersangka korupsi menjabat kepala dinas, apalagi menyebutnya sebagai orang baik. Tentunya apa yang diperlihatkan Pak Gubenur ini jelas jauh dari semangat awal pembentukan kabinet pelangi– kabinet yang mengakomodasi banyak orang professional, bersih dengan latar belakang suku, dan agama yang berbeda beda– yang bapak kampayekan saat menjelang pemilihan gubernur Maluku Utara.

Publik sebenarnya tak ingin mengomentari ataupun ikut campur dalam hal penempatan orang untuk menduduki jabatan birokrasi di kepemimpinan bapak. Karena publik tahu, itu adalah hak preogratif PakGubenur. Namun jika kebijakan seperti itu terus dilakukan, akan tak sedikit orang menilai pak gubernur memang merupakan orang yang tidak suka terhadap sistem tata kelola pemerintahan bersih dan berkualitas. Apalagi Maluku Utara selalu berada pada peringkat 32 dari 33 Provinsi di Indonesia dalam hal tata kelola pemerintahan  daerah yang dilansir Kementerian Pendayagunan Aparatur Negara setiap tahun.

Pak Gubernur yang tercinta!

Untuk saat ini, masyarakat Maluku Utara sebenarnya sangat mengidamkan adanya satu terobosan atau perubahan luar biasa yang dapat mendorong tata kelola pemerintahan Maluku Utara berkualitas, sehingga minimal bisa disejajarkan dengan Provinsi seperti Jogjakarta, Jakarta, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan ataupun Gorontalo.  Masyarakat Maluku Utara bahkan berharap di kepemimpinan Pak Gubernur kali ini, Maluku Utara menjadi provinsi yang bisa selalu menoreh catatan prestasi yang bisa dibanggakan ketimbang selalu membuat peristiwa yang membuat kepala kita selalu tunduk.

Harapan itu, tentunya bukanlah tanpa alasan Pak gubernur.  Masyarakat Maluku Utara umumnya tahu, Pak Gubernur saat ini memiliki tim-tim hebat yang setiap hari dapat memberikan masukan dan pikiran cerdas tentang perumusan kebijakan tata kelola pemerintahan. Ada banyak anak-anak muda inspiratif dan kaya inovasi yang bisa memberikan ide untuk kebijakan bapak. Sebut saja Hasby Yusuf, Dosen Ekonomi Universitas Khairun Ternate. Basri Salama, bekas aktivis dan bahkan telah sukses menjadi politisi muda yang berhasil menembus senayan, meski sempat heboh dengan aksi gebrak meja dan marah-marah pada saat paripurna DPD beberapa waktu lalu. Ada pula Rusmin Latara, mantan anggota DPRD Provinsi Maluku Utara yang pernah ikut mencalonkan diri sebagai calon bupati di Kepulauan Sula meskipun kemudian gagal. Dan Dino Umahuk, seorang budayawan yang saat ini menjabat sebagai salah satu petinggi di BUMD Provinsi Maluku Utara.

Tak hanya itu, Pak Gubernur juga dikelilingi tokoh birokrat muda dan ulung seperti  Imam Mahdi, yang diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolahan Aset Daerah Provinsi Maluku Utara, meski sempat dikabarkan media tersangkut masalah pengadaan alat CAT untuk test pegawai negeri sipil daerah tahun 2014.  Ada juga Imran Yakub, sosok birokrat handal yang sudah memimpin Dinas Pendidikan lebih dari 8 tahun. Serta Buyung Rajilun, tokoh birokrat muda yang memiliki mimpi besar memajukan perikanan Maluku Utara menjadi lumbung ikan nasional.  Pak Gubernur bahkan sangat dikenal sebagai sosok tokoh politik yang sangat dihormati di Internal Partai Keadilan Sejahtera Maluku Utara. Hingga saking hormatnya, fraksi PKS di DPRD Provinsi Maluku Utara pasang badan untuk Pak Gubernur guna menolak persetujuan hak angket yang didorong partai lain.

Oleh Karena itulah pak gubernur, dengan tim kerja seperti itu, harapan masyarakat akan perubahan tata kelola pemerintahan Maluku Utara yang baik dan berkualitas disisa masa dua tahun kepemimpinan, harusnya dapat diwujudkan.

Pak Gubernur Yang Baik Hati….

Jika harapan masyarakat Maluku Utara soal tata kelolah pemerintah yang baik dan berkualitas mampu diwujudkan, saya sangat yakin rakyat Maluku Utara termasuk saya dengan sangat gembira dan senang hati pasti akan mendukung kembali bapak menjadi gubernur untuk kedua kalinya. Bahkan kami dengan senang hati akan menulis nama bapak “Abdul Gani Kasuba, Gubernur Maluku Utara yang berhasil”, dalam memori kepala kami. Apalagi hingga kebijakan yang bapak buat bisa berdampak besar terhadap peningkatan kualitas ekonomi, sosial, dan masyarakat.

Meski demikian, masyarakat Maluku Utara juga bisa memaklumi jika dikemudian hari Pak Gubernur tidak mampu mewujudkannya, asalkan Pak Gubernur mau mengakui ketidakmampuan tersebut secara terbuka. Kalaupun tidak bisa diungkapkan secara terbuka, mungkin Pak Gubernur bisa mengikuti jejak mantan Gubenur Maluku Utara, Thaib Armaiyn  yang mengakui melalu media massa di Maluku Utara.

Ungkapan ketidakmampuan itu penting dilakukan Pak Gubernur, agar masyarakat Maluku Utara tahu dan tidak akan menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan bapak disisa masa jabatan ini. Pengakuan tersebut bahkan sangat bermanfaat untuk digunakan sebagai bahan menentukan pilihan memilih pemimpin yang mampu mengelolah pemerintahan dengan baik dan benar.

Tapi saya percaya Pak Gubernur mampu untuk mengemban amanah ini. Saya punya keyakinan Maluku Utara suatu saat bisa menjadi Provinsi besar layaknya wilayah dalam cerita jalur sutra dan menjadi penentu arah sejarah bangsa. Oleh sebab itu saya ucapkan selamat bekerja Pak Gubernur. Buktikanlah bahwa Anda mampu untuk itu. Salam….

Penulis:

budhy
Budhy Nurgianto Taran | Penulis Lepas dan Penikmat Kopi
Views All Time
Views All Time
262
Views Today
Views Today
1
Like