Cerita Sumi

SEBELUM ini, aku sudah menduga. Tidak semua kebaikan dibalas sama. Sore itu, saat orang-orang melayat, mereka membawa kesedihan di rumah ini. Segalanya ikut berubah. Seperti ayahmu, Nak. Seperti kepergian yang terjadi amat panjang, sungguh panjang.…

Sajak-Sajak Rindu Adlun Fiqri

PULANG HALMAHERA Melaju pada gelombang pagi menuju tanah penyimpan cerita Kulintasi lautan bekas pertempuran Bersama perahu menyaingi kora-kora Tidak kubawa pilu, apalagi geram Sio .. Sebab pulang atas panggilan rindu : Makan ketupat deng minum…

Dua Puisi Ovy Hayatuddin

Haleyora Tuhan adalah cinta saat satu kutukan menjadi  berkah Telunjuk yang menjadi sakti di atas tanah penuh kelapa   Tuhan adalah cinta Saat langit menurunkan titah atas tanah, yang penuh suka cita meski darah telah…

Sajak-sajak Ham Achmad

MEMPERTANYA RINDU   Ini kesekian pagi harumkan sunyi   Dulu kala, manisku candai hati kelak rindumu terkirim ke sini, di sisi rasuki diri jumpai hati   pagi kesekian melambai membelai mendung termangu di tepi pinta…

Damos dan Lelaki Gemuk

ORANG-ORANG memangilku Damos, bagi mereka, aku lelaki bulan dalam pangkuan matahari. Tunas bunga selaginella lepidophylla di gurun Chihuahua yang tahan terhadap panas, pemalu, jarang bicara, dan tak suka neko-neko. Aku tak tahu kenapa mereka menafsir…

Lima Puisi Anggrek Hitam

KITA: Bukan Kau Atau Aku Rindu telah lepas dari busurnya Ia ke langit memberi tanda pada bintang Paginya memberi salam pada beranda hatimu Tidakkah kau dengar isyaratku   Dari rasaku yang purba Kueja Alif yang…

Tangisan Sendu Letusan Gamalama

LETUPAN pagi itu mengejutkan seisi kota. Asap bercampur debu mengepul dimoncong gunung, asap itu turun dan membasuh kota cengkeh ini, debu menyelimuti pohon-pohon cengkeh menebar hawa panas kemudian menggugurkan satu persatu daun-daun secara perlahan. Serbuk…

Percakapan Hening

Sajak Dini Hari Setiap saat dan waktu, aku di ringkus cemas berkali-kali Juga rindu menikam ke dada berkali-kali. Adakah cinta yang seperti ini? Apa kabar hari ini?   Aku larut diantara jarak yang terus menagih…

Maya Dilikini dan Pardidu

Ia hidup di dunia supra-relitas dan supra-urban, dunia hayper namanya. Di ruang kemayaan ini, ia bagai Dilikini. Dilikini dalam bahasa lokal, Tobelo, berarti arwah. Tak heran, jika orang menyebutnya Maya Dilikini. Orang tanah, biasa memanggilnya…

Kalau Kau ke Halmahera

pulanglah dengan ikhtiar aku di antara rumah-rumah yang ramai ibu-ibu muda di antara laki-laki yang peluh di laut dan gadis-gadis yang seharian di sungai kalau kau ke Halmahera, kusebut mantra sambil melihat dadaku sendiri takdir…

Air Mata Pulang Sepanjang Pergi

TIBA-TIBA aku tak berdaya. Tanganku bergetar seperti gugup, tapi bukan gugup. Ini juga bukan gara-gara telepon yang kuterima kemarin dari seorang teman yang sempat menarikku ke masa lalumu. Katanya, kau pernah menangis di bahunya setelah…

Sajak-sajak Dino Umahuk

Sebab Engkau Terlampau Sering Memberi Alasan  Rajif Duchlun lelaki mana yang mampu bertahan merawat cinta bila perempuan berulangkali menikamkan dusta meski waktu selalu punya cara. untuk menyembuhkan luka apakah derita boleh saja engkau selipkan ke…

Ernia dan Daun-daun yang Berjatuhan di Galesia

“Benarkah semua laki-laki memang sepertimu?” KALAU kecewa telah menghantam gadis-gadis kota, mereka akan percaya pada kebencian, seperti memaki lelaki, atau mengutuk kenangan dengan air mata, seolah-olah lelaki yang telah berkhianat memang pantas disumpahi. Tapi lebih…

Suanggi

IA suka bangun lebih pagi. Suanggi[1] itu mulanya bernama Santi. “Santi Suanggi.” Begitu orang-orang di Halmahera menyebutnya nanti. Santi adalah turunan yang percaya pada bau menyan dan nyala api dari pembakaran batok kelapa. Keluarganya bau…

Di dada ini ada kata-kata

di dada ini ada kata-kata jangan kau tikam kenangan di sini barangkali kau pernah lihat seseorang berdiri di bawah merkuri lalu mobil, orang-orang, sepeda, dan segala pedih berlalu-lalang di antaranya dan satu lagi sepi tampak…

Puisi November

Maka salahkah aku bila kukirim puisi untuk memastikan perjalanan kita? Benarkah pertemuan adalah muara semua rindu? Sedangkan doa-doamu saja sudah cukup menuntaskan segalanya. Seperti ucapanmu pada suatu malam yang remang, tentang teh manis, anak-anak yang…

Batu Akik Akek

DESA B terkenal dengan busung lapar. Mereka dihantam badai kemiskinan yang mengenaskan. Hingga suatu ketika, ironis ini mendadak berlalu bagai angin yang menghempaskan. Orang-orang akhirnya meriuh bahagia, kedatangan serombongan orang dari Kota J membawa sepenggal…