/Berbagi Trik Fotografi di Ternate dengan Beawiharta

Berbagi Trik Fotografi di Ternate dengan Beawiharta

TERNATE,JALAMALUT.com – Fotografer pemula cenderung ketergantungan dengan alat kamera dan lensa lebar. Lensa lebar dapat mengambil gambar penuh namun belum tentu dapat mengambil sebuah frame yang bagus.

Hal tersebut disampaikan salah satu Fotografer Thomson Reuters Beawiharta kepada komunitas fotografer di Ternate, di kediaman Ivan Dahlan, di Kelurahan Stadion, Kota Ternate, Jumat 11 Maret 2016. Beawiharta menyempatkan diri berbagi pengetahuan fotografi jurnalis kepada kru kabarpulau.com dan komunitas fotografer di Ternate.

Beawiharta datang ke Kota Ternate untuk mengabadikan momen Gerhana Matahari Total (GMT) pada Rabu 9 Maret 2016 kemarin. Salah satu karya fotonya tentang GMT di Ternate dimuat di halaman depan majalah The New York Times. Foto siluet-nya menggambarkan situasi masyarakat dari berbagai daerah dan Negara sedang mengabadikan GMT di Kota Ternate.

“Yang terpenting adalah kita mengetahui kelemahan dan kelebihan sebuah alat kamera, percuma pakai kamera mahal tapi tidak tahu kelamahannya. Selain itu, jangan berkecil hati menggunakan kamera handphone. Dengan kamera handphone Saya mengabadikan foto Jember Karnaval,” ujar Bea, sapaan akrab Beawiharta.

Sesekali Bea membuka leptop sambil menunjukan contoh mengambil gambar yang bagus. Bea menyarankan, agar mengetahui apakah kamera handpone memiliki setelan manual atau tidak sebab, masih banyak kamera handpone dengan setelan outo, hal ini membuat gambar kelebihan warna.

Bea menyarankan, untuk menjadi fotografer tidak hanya mengandalkan memotret saja namun punya skill, intuisi, dan nalar yang terus diasa. Dengan begitu, seorang fotografer mampu merencanakan sebuah gambaran sebelum mengabadikan sebuah foto. Menurutnya, foto yang bagus adalah foto yang direncanakan.

“Dalam dunia nyata, semua terlihat tiga dimensi, sementara foto hanya dua dimensi. Jadi, tantangan terbesar seorang fotografer adalah membuat karya fotonya menjadi tiga dimensi, foto yang ada jiwanya, foto yang bercerita,” kata Bea.

Bea pun berbagi trik mengambil sebuah foto bagus. Ia menjelaskan bahwa, pertama-tama yang harus dipikirkan adalah, siapa yang harus masuk dalam frame. Apakah semuanya dimasukkan atau tidak. Kedua, dari sudut mana yang bakal kita bidik.

“Misalnya jumlah kita 10 orang nih mau ambil foto, kita ramai-ramai ke pantai. Di sana kita melihat ada anak kecil yang mandi, kemudian kita foto, tentu gambar yang dihasilkan akan berbeda-beda. Karena gambar kita yang cipta, bukan kamera. Jadi kita harus berimprofisasi dengan keadaan di lapangan,” terangnya.

Oleh karena itu, lanjut Bea, kita jangan terikat dengan alat. Jangan merasa minder dalam menggunakan kamera handphone, karena hasil foto ditentukan oleh apa yang kita pikirkan dan rencanakan.

Ivan Dahlan, salah satu fotografer di Maluku Utara yang membuka kursus fotografi secara gratis di rumahnya mengatakan, hampir semua fotografer jurnalistik selalu membawa kamera hendphone selain memakai kamera DSLR.

“Jadi, untuk teman-teman yang ingin belajar ke dunia jurnalistik, jangan minder menggunakan kamera hp. Intinya melatih diri menggunakan kamera hp dan kuasai kamera tersebut,” ujar Ivan.

Penulis : Nurkholis Lamaau

Views All Time
Views All Time
217
Views Today
Views Today
1
Like